Baca Cerita Yoookk
 
Kumpulan Cerita
Friday, July 01, 2005

  KISAH YANG MUNGKIN NYATA"

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah

langsung duduk bersantai sambil melepas penat.

Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri

dan langsung sholat.

Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang

tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan

adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya

berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah

berdiri di depanku.

Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.

Sebelum sempat bertanya.....siapa dia...tiba2 saya merasa

dada saya sesak... sulit untuk bernafas.... namun saya

berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan

pelan2 dari dadaku......terus berjalan.....

kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit......

rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh

Tu! han ada apa dengan diriku.....


Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi

terus memaksa untuk keluar dari tubuhku...

kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi. Sakit

rasanya, amat teramat sakit


Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku

gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku

terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti.

Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu

meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh

orang misterius itu...pergi...berlalu begitu

saja....hilang dari pandangan.


Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih

Ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya.

Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada

diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku..


Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada

tepat di bawah sofa yang kududuki tadi.

Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????...


Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis...

mereka menjerit...histeris ...terlebih istriku seolah tak mau

melepaskan orang yang terbujur tadi...


Siapa dia.............????????

Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan....

dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini

Tuhan...????????


Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu.....

Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba

jelaskan kalau itu bukan aku.


Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai

berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku

Seolah mereka tak melihatku...


Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku

sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku

telah mati...aku telah mati.


Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku

menangis....berteriak......

Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku.


Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang

kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang

bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.


Tapi waktuku telah habis.......masaku telah

terlewati.... aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk

di sofa setelah lelah seharian bekerja.


Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi

waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam

keadaan belum sholat.


Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan

masih bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat

bahagia.


Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh,

mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila

maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang

lebih siap.

beng2kris 
Kumpulan Cerita

  Sahabat Itu Kekayaan Sebenarnya

Cukup lama waktu yang saya butuhkan untuk mengembalikan kepercayaan
diri setelah keterpurukan diri yang membuat garis hitam dalam catatan
sejarah hidup saya. Catatan sejarah hitam yang tidak akan pernah bisa
terhapus meski banyak air sudah yang keluar dari sudut mata, meski
banyak doa yang saya harap bisa meringankan beban yang teramat berat
menanggung malu dan dosa masa lalu.

Saat merasa seperti sendiri, saya menjelajahi bumi mencoba menemukan
seseorang yang bisa membantu. Saya datangi seorang guru untuk
menceritakan semua gundah. Ia yang dengan penuh kesabaran
mendengarkan hingga huruf terakhir terucap dari lidah ini. Kemudian
ia menulis beberapa kalimat dalam secarik kertas. "Bawa surat ini ke
Masjid, temui anak-anak muda disana" hanya itu kalimat penutupnya.

Selepas maghrib, saya pun bergegas menuju tempat yang ditunjuk.
Perlahan, malu dan merasa kotor diri ini untuk memasuki masjid, dan
seketika saya merasa diri ini tidaklah berharga saat melihat wajah-
wajah bersih, sebagian besar wanitanya menutup kepala mereka dengan
jilbab, apalah diri ini. "Mari masuk, selamat datang. Kehadiran Anda
sangat kami nantikan disini" Sungguh sebaris kalimat yang sangat
hangat terdengar.

Sejenak hati ini terpaku merasakan sentuhan persahabatan yang luar
biasa dari tatapan, sapaan dan tangan terbuka dari semua yang berada
di dalam masjid. Terlebih ketika seorang dari mereka, merangkul
pundak saya, "Inilah kami, sebuah keluarga besar yang akan juga
menjadi keluarga Anda." Saya seperti baru saja mendapat peluk cium
dan kehangatan yang luar biasa, nyaris menandingi kasih yang selama
ini saya terima dari ibu. Ada keluarga baru disini, sahabat-sahabat
baru dengan senyum dan sapa cintanya.

Hari-hari sesudah itu membantu saya melupakan masa lalu, meringankan
beban menanggung dosa masa lalu yang benar-benar tidak pernah bisa
hilang dari kenangan. Sahabat-sahabat baru itu seolah tengah membantu
saya mengangkat beban yang teramat berat meski hanya dengan senyum,
tepukan di punggung atau menyediakan telinga mereka untuk tempat saya
membuang sampah mulut ini. Ya, karena kadang yang saya bicarakan
kepada mereka bisa jadi tak penting bagi mereka, tapi sungguh telinga
mereka tetap tersedia untuk kisah-kisah tak penting saya.

***

Dimana pun saya berada, kemana pun saya pergi, satu yang terpenting
untuk saya temukan, yakni sebuah kekayaan bernama sahabat. Tidak
seorang pun yang paling beruntung di dunia ini melainkan ia yang
memiliki sahabat. Karena sahabat ada, untuk mereka yang terluka,
untuk mereka yang tengah memikul berat beban, untuk menghapus air
mata yang berduka, membantu seseorang berdiri dari keterpurukan dan
menyediakan sayapnya untuk terbang bersama.

Akhirnya, sampailah saya pada satu kepastian hakikat, bahwa sahabat
adalah kekayaan sebenarnya. Hilang satu, miskinlah sudah. Bertambah
satu, semakin beruntunglah. Terima kasih untuk semua sahabat, Anda
adalah kekayaan saya sebenarnya.

Bayu Gawtama 
Kumpulan Cerita

  BERBAGI Allah

Hari ini Zara Bella tidak ada kegiatan baik di library ataupun
community center. Maunya saya sih ngadem aja di halaman belakang.
Kebetulan di belakang ada kolam kecil buat ZaBel main air, nah..kalo
kita mau ke halaman belakang, ZaBel langsung buru-buru naik tangga
sendiri ke kamarnya dan mengambil baju berenangnya sendiri di
lemari. Semua itu biasanya terjadi dengan saya hanya berdiri di
pintu belakang...kalo saya mulai keluar ke halaman, ZaBel tidak mau
ikut keluar tanpa dirinya memegang baju renang, saya pancing peke
bebek-bebekan di kolam juga dia tidak mau....Serba salah kan..?
apalagi pagi tadi saya bener-bener lagi ngga mood main di air sama
ZaBel.

Jadi saya putuskan untuk main di taman dekat rumah saja, yang
letaknya dekat sekali dengan sekolah umum untuk anak TK-SD-SMP.

Di sana saya bertemu dengan Brooke, kali ini tanpa Casey-ibunya, tapi
dengan Baby sitter-nya, Miss Polly. Miss Polly is a very nice old
lady...

Saat kami bermain, waktunya bersamaan dengan waktu istirahat sekolah,
sekitar jam 12-an. "Aduuuuh...rame banget deh!"pikir saya. Saya
memang malas kalau bermain di taman yang ramai sekali. Ngga tau
kenapa.

"Bel, pulang yuk...entar-entaran kita balik lagi, rese nih mulai
rame,"ajak saya. Tapi, ZaBel malah lari menjauh, berdua-dua dengan
Brookie Brooke.

"Ya sutralah hai...tapi jangan jauh-jauh ya Bel, Ummi lagi ngga eMood
nih..."tawar saya karena ZaBel tidak mau diajak pulang.

Namanya juga ZaBel, ibunya memperingati jangan lari jauh-
jauh..eeeeh...doi malah ngeledek saya dengan berlari semakin menjauh
sambil dadah-dadah dan kiss bye-kiss bye. Brookie sih hanya pasrah
ngikutin ZaBel.

Akhirnya, saya dudukan ZaBel di ayunan, Alhamdulillah, ngga
complaint. Tidak jauh dari swing area, ada anak-anak SD sekitar umur
9 tahunan, semua perempuan, duduk membentuk lingkaran di rumput,
sambil makan siang. Saya perhatikan...wuuiih...pada kompak amat ya
pake celana 3/4, warna aja yang beda. Ada satu gadis berkerudung,
celananya lain sendiri, celana full panjang. Saya perhatikan
lagi...kayanya caucasia...kayanya india...kayanya timteng...ah,
whatever deh... Subhanallah, cantik sekali..."Semoga akhlaknya juga
secantik rupanya," harap saya untuk gadis cantik itu.

Karena mereka duduk tidak jauh, maka saya bisa mendengar percakapan
mereka dengan jelas. Saya tahu mereka membicarakan tentang makan
siang yang rendah kalori, ada yang nyeletuk,"That's why I only eat
the granola bar my mum put in my lunch pack."

"Are you serious it's gonna make me slim?"tanya kawannya yang rada
chubby.

"Sure, and just for your mum wont find out, put everything else in
your pack to garbage!" saran gadis granola bar. Hah...? ngebuang
makanan...? sayang amirrr...celetuk saya dalam hati

Saya juga tahu mereka membicarakan Canadian Idol yang sekarang baru
mulai, lalu Joan of Arcadia, lalu tentang Simon Cowell, juri American
Idol.

Lalu tentang Brandon Ho, kawan ganteng mereka yang keturunan Jewish-
Italy-China,sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya , saya jadi ikut-ikutan
nengok deh, soalnya keasyikan nguping ^_^

"What a hunk!" salah seorang di antara mereka nyeletuk.

"Look at his hair, soooo sandy!"

Saya jadi ikutan nengok lagi ke si Ho...iih..emang ganteng bo'!

Obrolan terakhir tentang lucky charm, mereka niat tukar-tukaran lucky
charm selama seminggu. Saya jadi benar-benar penasaran. Soalnya
waktu SD dulu lucky charm saya adalah sisir vidaal kecil warna merah
muda.

Karena tidak tahan nguping doang, akhirnya saya berbalik badan, ZaBel
juga saya balikkin arah duduknya di ayunan, jadi selain nguping,
sekalian spy-ing hi hi...jail ya...? Untungnya, saya pakai sun
glasses, jadi arah bola mata saya ke mana-mana ngga ketauan!

Ada yang ngeluarin batu kali, sisir (ada temennya deh saya), ekor
kelinci yang berbentuk gantungan kunci, boneka, pulpen bulu, lip
balm, kaos kaki yang hanya sebelah, frame foto, jam tangan, kalung,
bandana, sepatu bayi, sampai bungkus permen.

Mereka tuker-tukeran sambil mengemukakan alasan mengapa benda itu
yang dipilih.

"This is my baby shoes, because of this I still alive."

"I got this stone when I almost fell at the trailer with my dad, we
were going fishing."

"This bunny tail is from my grandma."

"If I didnt put this lip balm on my lips, I wont feel preety for the
whole day."

Segitu aja yang saya ingat. Tinggal si gadis cilik berjilbab itu, ia
tidak mengeluarkan apa-apa.

"Where is yours?"kata kawannya, sepertinya sih dia yang paling
mendominasi.

"My lucky charm is with me, but invisible"jawabnya.

"What is it?" tanya yang lain

"Allah."

"What is that?"

"My mum said it's God. Every morning when I woke up and mention His
name, Im sure the rest of my day will be fine. Im sorry I cant
present my lucky charm like you present yours. I cant give Him to
you, because I need Him, but if you guys want, you could share Allah
with me." terang gadis kecil berkerudung ini.

Saya yang mendengar penjelasan si cantik langsung
tertohok...bengong...anak kecil itu yang ngomong!

Saya tersadar saat ZaBel teriak-teriak "kum...kum..."
(Assalamualaikum maksudnya), karena ayunannya berhenti mengayun.

Gadis-gadis SD tersebut beranjak bangun dari rumput. Saya dekati si
cantik. "What's your name, honey?"tanya saya.

"Khadijah,"jawabnya

"You know, you are really a smart girl. Im sure your parents are so
blessed.."

"Thanks, I gotta go."

"Wait...your name is so beautiful, as you are,"puji saya, tulus dari
hati.

"Assalamualaikum,"pamit si cantik Khadijah.

"Waalaikum salaam warahmatullah,"seiring kepergiannya, saya benar-
benar berdoa rahmat Allah selalu menyertainya.

Kawan, saat saya mengetik sekarang, berbagi dengan dunia tentang
kesalehan Khadijah, jari-jari saya gemetar, menyadari saya yang sudah
begitu pelit, tidak mau berbagi Allah dengan malasnya saya berdakwah,
walau hanya seayat. Saya benar-benar berharap agar saya tidak malu
dan gengsi untuk belajar dari si cantik Khadijah, yang tidak pelit
berbagi Tuhannya.

Saya yakin, Allah pun tidak keberatan. 
Kumpulan Cerita

  Seseorang daari masa lalu

Suatu kali saya diminta oleh beberapa pengurus remaja masjid untuk
memberikan materi dalam salah satu acara kajian di masjid mereka.
Ketika mereka menyebutkan lokasi acaranya, saya teringat seseorang
dari masa lalu yang ingin sekali saya melupakannya. Jelas saya hapal
sekali lokasi masjid yang disebutkan itu, karena belasan tahun silam
saya sering berkunjung ke sana, bukan ke masjidnya, melainkan ke
rumah seorang teman untuk main dan bermalam.

Ketika pengurus masjid itu menyebutkan lokasi acara, saya sempat ragu
untuk menyatakan kesediaan saya memberikan materi dalam kajian
bertema kerohanian tersebut. Saya hanya khawatir jika nanti di jalan
menuju lokasi berpapasan dengannya. Padahal sudah lama saya memendam
namanya, membuang jauh-jauh semua episode kehidupan yang pernah saya
jalani bersamanya, menghapus segala kenangan yang pernah dilewati
bersama, karena semua itu kerap membuat saya menangis menyesali masa
lalu, masa lalu yang pernah hampir membunuh masa depan saya.

Bersamanya, saya telah pernah menjalani fase hitam dalam kehidupan
ini. Dengannya, juga teman-teman lainnya kami pernah menggelar sebuah
pesta bersama yang hampir semua minuman yang tersedia adalah minuman
keras beralkohol, sebagian asap yang mengepul di ruangan itu juga
bukan asap sembarangan yang biasa dijual di toko. Hari-hari
berikutnya selama beberapa tahun juga saya jalani bersamanya dengan
aksi kriminal kecil yang hasilnya pun kami gunakan untuk membeli
minuman keras dan beberapa obat terlarang. Inilah fase hitam yang
saya maksud, fase di masa lalu yang benar-benar ingin saya lupakan.

Ternyata saya tak pernah bisa menghapus semua kenangan itu, karenanya
ketika hari disaat saya akan memberikan materi kajian di masjid yang
lokasinya sangat saya hapal itu, saya berharap cemas agar tak bertemu
dengannya di perjalanan. Saya bahkan khawatir ia melihat saya
memasuki masjid, karena ia tahu persis, belasan tahun silam, suara
panggilan sholat dari masjid itu adalah suara yang paling tidak kami
gubris.

Bersyukur saya, sampai di dalam masjid saya tak bertemu dengannya,
saya tak tahu harus menjawab apa kalau saja ia tahu saya berada di
masjid itu untuk memberikan materi kajian kerohanian. Pasti, lidah
saya kelu saat bertatapan dengannya, kelu dan tercekat disebabkan
kekhawatiran ia kan bersaksi bahwa orang yang akan memberikan materi
kajian adalah orang yang pernah bersamanya dalam fase kegelapan, di
sini, tak jauh dari masjid ini.

Kurang dari setengah jam, masjid penuh dengan jama'ah yang kesemuanya
orang-orang muda dan remaja. Seorang panitia membuka acara dan tak
lama kemudian mempersilahkan saya untuk memulai
kajian. "Assalaamu'alaikum..." baru saja kalimat itu terucap, bibir
saya pun bergetar, saya menelan ludah yang tiba-tiba kering begitu
mata saya menangkap sesosok wajah putih bersih di depan saya. Ia
tersenyum manis, matanya bening dan rambutnya tersisir rapih serta
berbaju gamis putih.

Saya nyaris tak sanggup melanjutkan kata-kata untuk memulai kajian
itu. Lidah ini kelu mendapatkan tatapan penuh persahabatan dari si
empunya wajah berseri itu. Dia, seseorang dari masa lalu yang selama
ini sangat ingin saya melupakannya. Saya memang tak bertemu dengannya
di perjalanan, ia juga tak melihat saya ketika masuk ke masjid. Tapi,
justru saya melihatnya duduk dengan anggun di jajaran terdepan jamaah
yang akan mengikuti kajian itu.

Tersenyumlah ia seraya mengangkat ibu jarinya ke arah saya.
Beruntunglah saya bukan saya yang dulu lagi, karena seseorang dari
masa lalu saya itu juga bukan dia yang dulu lagi. Allah Maha membolak-
balikkan hati manusia.

Bayu Gawtama 
Kumpulan Cerita
Sunday, October 17, 2004

  Cerita tentang sebuah Dusun

Aku hanya ingin berbagi cerita tentang sebuah dusun. Sebuah dusun yang amat hijau. Ladangnya yang amat subur, hamparan hutan karet yang luas, sawah sawah yang hampir menguning, rawa rawa tempat kerbau kerbau asik bermain, empang empang ikan yang tidak kalah hijau dan sungai sungai kecil mengalir segar..

Aspal tipis yang membujur dari ujung dusun hingga ujung yang lain adalah saksi sejarah berlakunya dusun itu. Birunya langit dusun itu sungguh amat indah. Jarang sekali muncul awan, langitnya sangat cerah.

Menyusuri jalan aspal itu yang tidak setiap tahun diperbaiki oleh karena lubang lubangnya hingga sampai disebuah kawasan yang sangat ramah. Dahulu kala didusun ini terdapat seseorang yang amat kaya, tanahnya berhektar hektar, peternakannya selebar dusun. Hartawan yang juga seorang hamba yang taat ini selalu keliling dusun untuk melihat dusunnya. Ia sangat dicintai oleh penduduk dusun. Surau yang dibangunnya selalu padat oleh hamba. Ia memiliki dua orang istri. Kedua istrinya memiliki banyak anak. Hingga suatu saat, anak sulung dari istri pertamanya menjadi Lurah didusun itu. Sungguh amat benar, bahwa segala sesuatu dipermukaan bumi ini selalu berubah. Geraknya cepat sekali, entah apakah perubahan itu secepat awan yang berarak meneduhi bumi. Hanya satu hal yang tidak berubah dimuka bumi ini, yaitu perubahan itu sendiri.

Dedaunan layu, pepohonan lapuk, sungai kering hingga satu persatu nurani penduduk dusun itu pun mulai pudar dimakan masa. Perampokan, pembunuhan, kekejian seringkali terjadi. Tak lagi tentram penduduknya.

Waktu semakin laju, generasi baru muncul memandu. Anak sulung dari hartawan itu kini semakin tua. Ia tidak lagi seorang lurah, tidak lagi satu satunya orang yang dipandang. Walau kadang perkataannya dapat menyatukan kembali persaudaraan dusun itu. Banyak orang kota membeli tanah didusun itu. Hartawan yang dulu, bukan lagi orang yang berharta. Karena setiap manusia akan pergi meninggalkan dunia ini hanya dengan sehelai kain kafan dan amalnya.

Keluarga besar yang kaya itu kini tinggal nama. Anak cucunya hanya berebut harta. Iri dan dengki menyelimuti hati hati mereka. Yang tersisa hanya tujuh anak dari anak sulung Hartawan itu. Keluarga satu satunya yang masih rukun dan menyimpan keindahan dsun tersebut. Mereka saling membantu, saudara yang miskin dibantu oleh yang kaya. Namun satu hal yang selalu tetap dan perlu diingat, yaitu perubahan.

Tahun demi tahun tak terasa cepat berlalu, masa berganti. Keluarga itu tidak lagi kaya. Tanah tanahnya sudah dijual. Kehidupan makin sulit. Hijaunya dusun tak lagi seperti dulu, rindangnya dusun seolah jahat mengusir dan mencaci. Kini hanya tinggal cucu cucu dari anak sulung itu yang tersisa. Hanya mereka yang tahu rahasia hidup ini. Yaitu perubahan yang tetap berubah. Dusun yang dulu pernah indah itu kini seolah bukan lagi milik mereka. Karena bukan persaudaran yang mereka temukan, melainkan prasangka dan curiga dari penduduk dusun. Cucu cucu anak sulung itu pergi, berkelana mencari makna. Mereka ada dibelahan dunia ini, namun tidak lagi didusun tempat dahulu mereka lugu bermain. Hingga suatu saat, disebuah musim yang amat dingin sekali, terdengar kabar bahwa anak sulung dari hartawan itu pun menyusul ayahnya. Kakek mereka yang amat menyayangi mereka telah tiada. Pupuslah sudah dusun itu.

Setelah lama dusun itu sepi dengan ditemani kebencian, kini kembali riuh ramai. Penduduk dari ujung pelosok dusun pun datang kerumah itu. Sebongkah rumah tua, dimana anak sulung dari Hartawan itu tinggal. Mereka ingin melihat untuk yang terkahir kalinya orang yang dulu mereka pandang. Seorang anak dari seorang yang amat kaya raya. Yang ternyata kini masih dipandang. Hanya duka yang ada. Anak cucunya menangis. Bukan karena ditinggal ayah atau kakeknya, melainkan keindahan dusun itu.

Namun satu yang masih belum hadir. Yaitu seorang cucu kesayangannya, yang amat disayanginya diantara yang lain. Karena ia selalu mendapat lebih dari yang lain. Karena si kakek tahu bahwa cucu yang satu ini yang tidak mencintai dunia.

Semua bertanya dimanakah si cucu itu. Ternyata, si cucu itu yang kini adalah seorang pemuda yang masih terus berusaha berlari, berlari mengejar rahasia kehidupan, berlari mengejar perubahan itu. Hingga ia harus meninggalkan ayah bunda, keluarga dan kakek tersayang.

Jauh, jauh sekali diseberang lautan sana. Jauh dibelahan bumi sana. Disebuah tempat dimana manusia mengira merekalah perubahan itu. Kecuali ia, si cucu itu. Si cucu hanya bisa termenung mendengar kabar kepergian kakeknya. Ia teringat si kakek yang pernah berkata ketika kepergiannya kenegeri peradaban yang jauh itu, bahwa si kakek akan menunda kematiannya hingga sang cucu kesayangan pulang. Tapi si kakek lupa, tiada yang berhak atas perubahan itu selain Tuhan yang menciptakan perubahan itu. Si cucu sadar, bahwa perkataan sang kakek tidak akan terjadi, bahwa mereka tidak akan lagi saling bertatapan. Namun sekali lagi, karena hanya ia yang masih mampu mengejar lajunya perubahan itu, sehingga hanya ia yang dengan ikhlas melepas kepergian kakeknya, walau tanpa ia melihat sesaat pun wajah damai kakeknya.

Sang kakek tertidur pulas disamping ayahnya sang Hartawan, dibelakang Surau yang dahulu dibangun oleh Hartawan. Keluarganya berharap dan berdoa, agar kelak si cucu dapat menunggu perubahan itu, tidak lagi berlari untuk mengejar, tidak lagi berlari agar tidak terseret perubahan itu.

Hingga tiba pada suatu masa, si cucu menulis sebuah tulisan tentang dusunnya yang dulu amatlah indah. Ia hanya ingin berpesan, 뱓etaplah engkau pada perubahan itu, jangan hentikan langkahmu mengejar perubahan itu, walau sesekali engkau pasti terjatuh bahkan mungkin lumpuh terseret seret. Namun janganlah engkau diam terpaku melihat perubahan itu pergi meninggalkanmu sambil menangisi kekalahanmu. Kamu diciptakan bukan untuk menyerah pada dunia ini. Sekali saja engkau terdiam, maka semakin jauhlah perubahan itu meninggalkanmu, hingga semakin sulit bagimu untuk mengejarnya.?o:p>


Oleh Aku, seorang cucu dari Anak sulung seorang Hartawan.
Tahukah kamu siapa atau apakah perubahan itu ? Itu adalah Suatu Misteri Kehidupan yang harus kamu temukan sendiri.

 
Kumpulan Cerita

  Peringatan Bagi Kita Untuk Selalu Saling Peduli Satu Sama Lain.

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan; "Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!"

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."


Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!". "Wah, aku menyesal dengar khabar ini", si kambing menghibur dengan penuh simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!"

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa.

Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.

Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.

Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu.

Penyakit isterinya berkelanjutan sehingga teman-teman dan tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya untuk memberi makan para tamu itu.

Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang-orang yang datang untuk pemakamannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi makan para pelayat itu.

Moral kisah ini:
Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada 'perangkap tikus' di dalam rumah, seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya.

***Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari baiknya.

 
Kumpulan Cerita

  Berhenti Menjadi Pengemis

Selama ini, saya selalu menyediakan beberapa uang receh untuk berjaga-jaga kalau melewati pengemis atau ada pengemis yang menghampiri. Satu lewat, ku beri, kemudian lewat satu pengemis lagi, kuberi. Hingga persediaan receh di kantong habis baru lah aku berhenti dan menggantinya dengan kata "maaf" kepada pengemis yang ke sekian.

Tidak setiap hari saya melakukan itu, karena memang pertemuan dengan pengemis juga tidak setiap hari. Jumlahnya pun tidak besar, hanya seribu rupiah atau bahkan lima ratus rupiah, tergantung persediaan.

Sahabat saya, Diding, punya cara lain. Awalnya saya merasa bahwa dia pelit karena saya tidak pernah melihatnya memberikan receh kepada pengemis. Padahal kalau kutaksir, gajinya lebih besar dari gajiku. Bahkan mungkin gajiku itu besarnya hanya setengah dari gajinya. Tapi setelah apa yang saya lihat sewaktu kami sama-sama berteduh kehujanan di Pasar Minggu, anggapan saya itu ternyata salah.

Seorang ibu setengah baya sambil menggendong anaknya menghampiri kami seraya menengadahkan tangan. Tangan saya yang sudah berancang-ancang mengeluarkan receh ditahannya. Kemudian Diding mengeluarkan dua lembar uang dari sakunya, satu lembar seribu rupiah, satu lembar lagi seratus ribu rupiah. Sementara si ibu tadi ternganga entah apa yang ada di pikirannya sambil memperhatikan dua lembar uang itu. "Ibu kalau saya kasih pilihan mau pilih yang mana, yang seribu rupiah atau yang seratus ribu?", tanya Diding Sudah barang tentu, siapa pun orangnya pasti akan memilih yang lebih besar. Termasuk ibu tadi yang serta merta menunjuk uang seratus ribu. "Kalau ibu pilih yang seribu rupiah, tidak harus dikembalikan. Tapi kalau ibu pilih yang seratus ribu, saya tidak memberikannya secara cuma-cuma. Ibu harus mengembalikannya dalam waktu yang kita tentukan, bagaimana?", terang Diding. Agak lama waktu yang dibutuhkan ibu itu untuk menjawabnya. Terlihat ia masih nampak bingung dengan maksud sahabat saya itu. Dan, "Maksudnya... yang seratus ribu itu hanya pinjaman?". "Betul bu, itu hanya pinjaman. Maksud saya begini, kalau saya berikan seribu rupiah ini untuk ibu, paling lama satu jam mungkin sudah habis. Tapi saya akan meminjamkan uang seratus ribu ini untuk ibu agar esok hari dan seterusnya ibu tak perlu meminta-minta lagi", katanya.

Selanjutnya Diding menjelaskan bahwa ia lebih baik memberikan pinjaman uang untuk modal bagi seseorang agar terlepas dari kebiasaannya meminta-minta. Seperti ibu itu, yang ternyata memiliki kemampuan membuat gado-gado. Di rumahnya ia masih memiliki beberapa perangkat untuk berjualan gado-gado, seperti cobek, piring, gelas, meja dan lain-lain. Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya kami bersama-sama ke rumah ibu tadi yang tidak terlalu jauh dari tempat kami berteduh. Hujan sudah reda, dan kami mendapati lingkungan rumahnya yang lumayan ramai. Cocok untuk berdagang gado-gado, pikirku.

*** ( beberapa waktu berlalu )

Diding sering menyempatkan diri untuk mengunjungi penjual gado-gado itu. Selain untuk mengisi perutnya -dengan tetap membayar- ia juga berkesempatan untuk memberikan masukan bagi kelancaran usaha ibu penjual gado-gado itu. Belum tiga bulan dari waktu yang disepakati untuk mengembalikan uang pinjaman itu, dua hari lalu saat Diding kembali mengunjungi penjual gado-gado. Dengan air mata yang tak bisa lagi tertahan, ibu penjual gado-gado itu mengembalikan uang pinjaman itu ke Diding. "Terima kasih, Nak. Kamu telah mengangkat ibu menjadi orang yang lebih terhormat" .

Diding mengaku selalu menitikkan air mata jika mendapati orang yang dibantunya sukses. Meski tak jarang ia harus kehilangan uang itu karena orang yang dibantunya gagal atau tak bertanggung jawab. Menurutnya, itu sudah resiko. Tapi setidaknya, setelah ibu penjual gado-gado itu mengembalikan uang pinjamannya berarti akan ada satu orang lagi yang bisa ia bantu. Dan akan ada satu lagi yang berhenti meminta-minta.

Ding, inginnya saya menirumu. Semoga bisa ya.
Bayu Gautama



 
Kumpulan Cerita

  KADO TERMAHAL

Kado Ini Tidak Dijual Di Toko
Aneka kado ini tidak dijual di toko.
Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan (8) macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.


KEHADIRAN :

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado ygtak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadirdihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks.Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapatberbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secaralebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitaskehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagaipembawa kebahagiaan.

MENDENGAR :

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab,kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbangmendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisanhubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaansaling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Denganmencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secaratak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dankerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik,pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks danbisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatapwajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagimenghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkanAnda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu.Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedarucapan terima kasihpun akan terdengarmanis baginya.

DIAM :

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan.Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, ataumembingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diamjuga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorangkarena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-harikita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN :

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hakpenuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orangbersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorangjika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasanadalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasanbukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dariitu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaanpenuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang iaputuskan atau lakukan.

KEINDAHAN :

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangitiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampilindah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan taksalah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selainkeindahan penampilan pribadi, Anda pun bisamenghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas danbunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makanyg tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF :

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatifterhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kitasayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinyadan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, cobahadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dantulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam semingguterakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala halyang dilakukannya demi Anda.Ingat-ingat pula,pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terimakasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalahkado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH :

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. SemestinyaAnda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cintadikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalanitu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siapmemberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, Andamungkin kesal atau marah karena dia telat datangmemenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekaliitu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran ygberlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapatmelunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadaribahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN :

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisamenjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangatdalam keputus asaan, pencerah suasana muram, bahkanobat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakansyarat untuk membuka diri dengan dunia sekelilingkita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyumanmanis pada orang yg dikasihi?

"It is not how much we do, but how much love we put inthe doing. It is not how much we give, but how muchlove we put in the giving"


 
Kumpulan Cerita

  Karena Setiap Kita Adalah Mutiara

Ia nya menjadi indah
Oleh pengorbanan menjemputnya
di palung samudera juga oleh waktu yang membentuknya
Seperti dirimu yang juga indah
Oleh pengorbanan yang kau baktikan
Pada sesama
Sungguh engkau indah
Karena engkau adalahMutiara
(by A&N)

Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasirdan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yangkemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalamansamudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya. Denganproses yang demikian panjang dan pelan, penuhkesabaran. Pun kemudian, keindahannya juga tak dapatsegera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemputdi kedalama lautan, dikeluarkan dari rumahnya yangkokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hinggamenjadi perhiasan istimewa. Sungguh sebuah proses yangpanjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkinterhenti di tengah jalan.

Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apasaat ini. Bahkan bias jadi lebih dari itu, engkaumembenci dirimu sendiri, sebagai manusia tak berguna,makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitubanyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kaumelihat orang lain yang nampak begitu sempurna danmemiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makiningin tenggelam. 'Mengapa orang lain memiliki begitubanyak kelebihna sedang aku tak memiliki apa-apakecuali kekurangan? Mengapa aku buruk sedang oranglain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku selalugagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin?' Sertaberibu 'mengapa' lainnya yang akan membuat kita kecewadan terluka, serta terpaku pada kekurangan-kekuranganyang kita miliki.

Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin,bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhlukNya hanyadengan kekurangan saja atau kelebihan saja. Hanyadengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya.Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalamporsi yang imbang. Dia yang maha kuasa membekalimanusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiapinsane memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidupyang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadipotensi terpendam, tak muncul ke permukaan, bahkanmungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa kecilkita, kemudian terkubur oleh segala tekanan danrintangan.

Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadiberharga begitu saja. Kita butuh waktu untukmembentuknya. Kita butuh proses panjang untukmendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuhketelatenan dan kesabaran.

Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yangmemiliki pncaran keindahan kita masing-masing, sepertiapapun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harusmenyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Danproses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baikoleh diri sendiri maupun oleh orang lain, tidak akanmenjadi masalah. Karena pada dasarnya kita adalahmutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita,membuka mata, buka telinga dan buka hati.

Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dankeyakinan untuk menjadi mutiara. Sungguh saya inginmenjadi mutiara, melalui berbagi dan berbakti padasesama. Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yangengkau inginkan?

@ Azimah Rahayu

 
Kumpulan Cerita
Monday, October 04, 2004

  Andri telah beranjak dewasa.
Sudah saatnya ia mencarigadis yang baik untuk dijadikan istri.
Tapi sampaisaat ini, ia belum juga berhasil. Bukan suatu hal yanganeh.
Ia memang terlalu mempertimbangkanbibit-bebet-bobot calon istrinya.
Maka, saat Musimpanas mulai bertiup, Andri melakukan perjalanan keYogya.
Di tengah perjalanan, Andri memutuskan untukberistirahat di sebuah
Rumah penginapan yang berada diSekitar Malioboro.
Kebetulan ia bertemu dengan temansekolahnya dulu.
Maka Andri tak segan untukmenceritakan maksud perjalanannya itu.
Seperti gayungbersambut, temannya menyarankan
Andri untuk mencobamelamar anak gadis keluarga Surya.
Menurut temannya itu,keluarga Surya adalah keluarga yang status sosial ekonominya sederajat dengan Andri
.Lagipula, gadis itu sangat cantik dan terpelajar.Andri girang bukan main.
Sebelum berpisah, teman Andriberjanji untuk mempertemukannya dengan Pak Comblang'dari keluarga Surya , esok pagi.
Pak Comblang inilahyang akan meneruskan data pribadi Andri kepada gadistersebut.
Bila keluarga itu berkenan menerimanya, makaAndri akan segera berkenalan, sebelum lamaran resmiatau khitbah diajukan. Kegembiraan yang meluap-luap memenuhi rongga dadaAndri.
Dibentangkannya sajadah, lalu ia mulai sholatistikhoroh.
Baru kali ini Andri merasa melakukannyadengan sepenuh hati,
dengan kepasrahan yang murni ...Ah.
Tak terasa air mata Andri berjatuhan.
Diam-diammenyelinap suatu penyesalan.
Mengapa ia baru bisakhusyu' dan dapat merasakan ikatan yang erat denganAllah, ketika ada masalah berat dan serius yang harusia hadapi ? ...
Waktu subuh belum lama berlalu, namunAndri telah bersiap untuk pergi menemui Pak Comblang.
Makin cepat makin baik, pikirnya.
Di bawah sinar bulansabit yang kepucatan, Andri bergegas menuju tempatitu.
Fajar belum juga merekah ketika Andri sampai ditempat yang dijanjikan.
Sepi sekali....
Nyanyian jangkrikperlahan menghilang. Andri benar-benar sendirian.
Ditengah kegamangan hatinya, Andri mencoba mengitaribangunan itu.
Seperti sebuah musholla kecil.
Cahayalilin yang memantul di sela-sela kaca jendela,membangkitkan rasa ingin tahunya.
Andri berjingkat kearah jendela. Ditempelkan matanya ke celah-celah ...
"Hei, masuklah!" "Jangan mengintip seperti itu!"
Andri tersentak. Rasa malu, kaget dan takut berbaurmenjadi satu.
"Ayo, masuklah. Jangan takut!" Suaranya lebih lembut namun tetap berwibawa.
Andriragu-ragu. Tetapi rasa ingin tahu sedemikianmenyerbunya.
Akhirnya ia memberanikan diri melangkahke dalam.
"Kemarilah!" ajaknya tanpa melihat mukaAndri.
Andri memperhatikan dengan penuh seksama.
Laki-laki itu belum terlalu tua, tapi wajahnyamemancarkan kebaikan yang seolah-olah bersumber dari seluruh aliran darahnya.
Bijak, arif, lembut namuntegas.
Tentulah ia pengemban amanah yang luar biasa,pikir Andri.
Laki-laki itu duduk di atas permadanisambil membaca sebuah buku. Lalu ia berkata perlahan:
"Belum saatnya Andri .... Belum saatnya.
"Andri menatapwajahnya dengan penuh kebingungan.
Lalu laki-laki itu kembali melanjutkan. Kali iniditatapnya Andri dengan ketajaman jiwa.
"Kau tahu?Semenjak seseorang ada dalam kandungan ibunya, AllahTa'ala telah menetapkan 3 hal untuknya.
Kau sudah tahubukan! Salah satu di antaranya adalah jodohnya..pasangan hidupnya."
"Hmmmm..... seperti benangsutera."
"Ya, seperti benang sutera yang diikatkan diantara mereka berdua.
Kepada kaki laki-laki atau bayiperempuan yang lahir dan ditakdirkan berjodohan satudengan yang lainnya.
Begitu simpul diikatkan, maka takada suatu hal pun yang dapat memisahkan mereka."
"Salah seorang diantara mereka mungkin saja berasaldari keluarga yang miskin,
sedang yang lainnya darikeluarga yang kaya.
Atau mereka terpisah bermil-miljaraknya, bahkan mungkin ada yang berasal dari duakeluarga yang saling bermusuhan.
Tapi pada akhirnya,bila saatnya telah tiba, mereka akan menjadi suamiistri.
Tak ada suatu hal pun yang dapat mengubahtakdir itu." Laki-laki itu terdiam sesaat.
Andri kinisudah sepenuhnya duduk terpekur di hadapannya. Kalimatdemi kalimat disimaknya dengan seksama. "Jodoh adalah masalah yang paling ajaib dan palinggaib.
Suatu rahasia kehidupan yang tak akan pernahtuntas untuk dimengerti. Bayangkan. ...
Duaanak yangberbeda, tumbuh di lingkungannya masing-masing.Sebagian besar mungkin tidak menyadari kehadiran satudengan lainnya.
Tapi bila saatnya tiba, mereka akanbertemu dan mengekalkan ikatannya dalam talipernikahan."
"Kalau ada wanita atau laki-laki lainyang muncul diantara keduanya, ia akan terjatuh.
la tak akan mampu melewati bentangan tali sutera yangtelah diikatkan pada mereka.
Ah, kau pasti pernahmelihat orang yang patah hati bukan?
Hhh, sebagianorang yang bodoh dan tak kuat menahan cobaan, memilihmati daripada patah hati.
Bukan takdir yang memilihnyauntuk bunuh diri.
Itu pilihannya sendiri, ia cuma taksabar menanti saat pertemuan itudatang."
"Ketahuilah,Andri. Masalah jodoh adalahrahasia Allah.
Kau harus dapat berdamai dengantakdirmu.""Bagaimana dengan aku!" sela Andri.
"Apakahaku akan berhasil menikah dengan anak gadis darikeluarga Surya?
Apakah ia takdirku?" tanyanya taksabaran. Laki-laki itu tersenyum.
"Belum saatnyaAndri. Belum saatnya.
Suatu saat nanti, kau akan menikahdengan seorang gadis shalihat, cantik dan pintar.
Pundari keluarga yang terhormat.
Kelak, setelah menikah,kalian akan mempunyai anak laki-laki.
Dan anakmu akanmenjadi pedagang yang terpelajar. Ia dermakankekayaannya untuk agama Allah.
la juga akan menjadi anak yang senantiasa memelihara kedua orang tuanya.
Meskipun kalian sudah tua renta nanti. Hal ini taklepas dari peranan ibunya dalam mendidik anak itu."
"Tapi itu nanti. Bila calon istrimu telah mencapaiusia 17 tahun.
Sayangnya, saat ini dia masih berumur 7tahun." "Hah!" Andri kebingungan.
"Jadi saya harusmembujang selama 10 tahun ?!"
Andri menatap takpercaya. Ia berharap semua hanya kemungkinan karena iasalah dengar saja.
Andri mencari kesungguhan di sana.Tapi semua sia- sia. Air muka laki-laki itu takberubah sedikit pun.
Dan Andri menyadari semua adalahkebenaran.
"Kalau begitu, di mana dia sekarang?
Dimanasaya dapat menemui calon istri saya? Tolonglah?!"Andri memohon padanya.
"Oh, gadis itu tinggal denganwanita penjual sayur.
Tak jauh dari sini. Setiap pagi,wanita itu datang ke pasar dan menjajakan sayurannyadi sebelah kios ikan." Kukuruyukkkkk ... !!
Suara nyaring ayam jantan memecahkeheningan. Andri tersentak. Kukuruyukkkkk...! !
Kokoknyaring ayam jantan membangunkan Andri dari tidurnya.
Ah, rupa-rupanya ia tertidur di atas sajadah.Alhamdulillah, waktu subuh belum habis.
Andribersegera mengambil wudhu. Sehabis sholat subuh, Andrikembali teringat mimpinya.
Seolah semua menjaditeka-teki.
Andri belum tahu apakah harus menganggapnyasebagai jawaban atas sholat istikhorohnya atau tidak.
Untuk menyingkap tabir mimpi itu, cuma ada satu carayang bisa dilakukannya:
mencari gadis kecil yangkatanya calon istrinya itu! Lalu Andri pun bergegas kepasar terdekat.
Sepanjang jalan ia berdoa danberjanji.
Berdoa agar calon istrinya memangbenar-benar baik bibit, bebet dan bobotnya.
Sebagaimana telah diisyaratkan dalam mimpi.
Danberjanji untuk menerima takdirnya dan berusaha menjadimuslim yang baik. Lebih baik dari kualitasnyasekarang. Fajar telah lama merekah saat Andri tiba di sana.
Orang-orang mulai melakukan kegiatannya. Pembeli mulaiberdatangan.
Ramai. ..Namun belum seramai satu jam yangakan datang.
Maka Andri lebih leluasa untuk mengamatisekitarnya.
Matanya berkeliling mengitari pasar, lalutertumbuk pada sosok kecil di samping kios ikan.
Wanita itu tua, kotor, lusuh. Kumal.
Rambutnya telah keabu-abuan.
Dengan sebelah mata tertutup lapisankatarak,
ia duduk di selembar alas sambil menggendongbocah kecil di dadanya. "Oh, tidak!!
Bagaimana mungkin?! Ini pastikekeliruan!"Andri menatap kembali bocah terlantar yangkurus kering itu.
Hatinya hancur. Ah, mimpi semalambenar-benar hanya bunga tidur.
Andri kembali kepenginapannya dengan hati lesu.
Kali ini bukan saja iakecewa karena calon istrinya ternyata hanya seorang bocah gelandangan, tapi juga karena 'Pak Comblang'dari keluarga Surya tidak datang pada pertemuan yangia janjikan.
Tanpa suatu penjelasan apapun. Ah, sudahjatuh dari tangga, tertimpa genteng pula!
Saya adalahseorang yang terpelajar.
Sudah selayaknya sayamendapatkan seorang gadis dari keluarga terhormat.
Semakin lama Andri memikirkan hal tersebut,
semakinjijik ia membayangkan kemungkinan menikahi bocah kumalitu.
Benar-benar menggelikan. Andri khawatir haltersebut benar-benar akan terjadi.
Dan ia tidak dapattidur semalaman. Keesokan harinya.
Andri pergi kepasar bersama dengan pelayan setianya.
Andrimenjanjikan imbalan yang sangat besar apabila iaberhasil membunuh bocah kumal itu.
Andri danpelayannya berdiri di belakang pembeli.
Begitukesempatan datang, pelayan Andri menikamkan pisaunyake arah si anak, lalu mereka kabur.
Bocah kecil itumenangis dan wanita buta yang menggendongnyaberteriak-teriak:
"Pembunuh! Pembunuh!" Kegemparansegera menyebar ke seluruh penjuru pasar.
Sementaraitu, Andri dan pelayannya telah lenyap dari tempatkejadian.
"Kau berhasil membunuh dia?" tanya Andriterengah-engah. "Tidak," jawab pelayannya. "Begitusaya menghunjamkan pisau ke arahnya, anak itu berbaliksecara tiba-tiba.
Saya rasa saya hanya melukaimukanya.
Dekat alisnya." Andri segera meninggalkanpenginapan.
Kejadian itu dengan segera terlupakan olehmasyarakat sekitar.
Ia kemudian pergi ke arah Baratmenuju ibukota. Karena kecewa dengan kegagalan pernikahannya, Andrimemutuskan untuk berhenti memikirkan perkawinan.
Tigatahun kemudian Andri dijodohkan dengan gadis yangmempunyai reputasi baik yang berasal dari keluargaHartono. Sebuah keluarga yang cukup terkenal dimasyarakat sekitar.
Anak gadisnya terpelajar dansangat cantik. Semua orang memberi selamat pada Andri.
Persiapan pernikahan tengah dilangsungkan, ketikasuatu pagi Andri menerima berita yang menyakitkan
.Calon istrinya melarikan diri dengan laki-laki yangdicintainya.
Mereka berdua telah menikah di kota lain.Selama dua tahun Andri berhenti memikirkan pernikahan.
Saat itu ia berusia dua puluh delapan tahun.
Iaberubah pikiran tentang mencari pasangan darimasyarakat yang sekelas dengannya; seorang gadis kotaterpelajar.
Maka Andri pergi ke pedesaan, mencarisuasana baru.
Di desa, Andri menghabiskan waktu denganmempelajari buku-buku.
Suatu hari ia membawa bukunya ke sungai di dekatladang, agar lebih nyaman membacanya.
Tanpa sengaja iamelihat gadis desa yang sedang memanen kentang.
Andri jatuh hati padanya dan bersegera menemui orang tuagadis itu.
Gayung bersambut, gadis itu menerimalamarannya.
Maka Andri bergegas ke kota untuk membeliperhiasan dan baju sutera serta segala persiapanpernikahan.
Selama beberapa hari, Andri berkelilingmengunjungi saudara-saudaranya untuk mengabarkan berita gembira itu. Seminggu kemudian ia kembali ke desa.
Tapi yangditemuinya hanya kabar buruk tentang sakitnya sangcalon.
Andri bersedia menunggu sampai ia sembuh.Sampai setahun hampir berlalu, penyakit calon istrinyamalah semakin parah. Gadis itu kehilangan seluruhrambutnya dan menjadi buta.
Ia menolak menikahi Andri dan berpesan pada orangtuanya untuk meminta Andri melupakan dia.
Ia mohonagar Andri mencari gadis lain yang layak untukdijadikan istri.
Tahun demi tahun berlalu, sampaiakhirnya Andri mendapatkan calon yang sempurna.
Bukansaja ia cantik dan masih muda, tapi juga pencinta bukudan seni.
Tak ada rintangan, khitbah pun segeradilangsungkan.
Tiga hari sebelum pernikahan, gadis ituterjatuh dari tangga dan mati.
Sepertinya nasibmengolok-olokkan Andri.
Andri Ku menjadi fatalis. Ia tidak lagi peduli padawanita, ia hanya bekerja dan bekerja.
Sekarang iabekerja di kantor pemerintahan di Yogya.
Mengabdikan diri pada tugas dan sama sekali berhenti memikirkanpernikahan.
Tapi ia bekerja dengan sangat baik,sehingga atasannya, Hakim Sulaiman, terkesan padadedikasi dan kesungguhannya. Lalu mengusulkan Andriuntuk menikahi keponakannya.
Pembicaraan itu sangatmenyakitkan Andri.
"Mengapa Tuan mau menikahkankeponakan Tuan pada saya!
Saya terlalu tua untukmenikah." Pejabat itu menasehati Andri tentangkeburukan membujang.
Lagipula menikah adalah sunnahRasulullah.
Maka Andri menyetujuinya, meskipun ia samasekali tidak antusias.
Andri benar-benar tidak melihat istrinya sampaipernikahan benar-benar selesai dilangsungkan.
Istrinyaternyata masih muda, Andri lega melihatnya.
Tingkahlakunya sangat baik dan Andri harus mengakui bahwa ia adalah istri yang sangat baik.
Taat, sholihat danselalu menyenangkan.
Sama sekali tidak ada alasanuntuk tidak menyukainya.
Bila di rumah, istrinyaselalu menata rambut dengan cara yang khas, sehinggamenutupi pelipis kanannya. Menurut Andri, dengan tatarambut seperti itu istrinya kelihatan sangat cantik,tetapi ia agak heran.
Tak kurang dari satu bulan,Andri telah benar-benar jatuh cinta kepadanya.
Suatusaat ia bertanya, "Mengapa dinda tidak mengganti gayarambut sekali-kali?
Maksudku, mengapa dinda selalumenyisirnya ke satu arah?"
Istri Andri menyibakkanrambutnya dan berkata, "Lihatlah!" Ia menunjuk ke lukadi pelipis kanannya.
"Bagaimana bisa begitu?" "Akumendapatkannya saat berumur tujuh tahun.
Ayahkumeninggal di kantornya, sedangkan ibu dan abangkumeninggal dunia pada tahun yang sama.
Kemudian akudirawat oleh ibu susuku. Kami mempunyai rumah di dekatGerbang Selatan Yogya, dekat kantor ayahku. Suatu hari, seorang pencuri tanpa alasan apa pun,mencoba membunuhku.
Kami sama sekali tidak mengerti,kami tidak pernah punya musuh.
Ia tidak berhasil, tapiia meninggalkan luka di kepala sebelah kananku.
Karenaitulah aku selalu menutupinya darimu."
"Apakah ibususumu hampir buta?" "Ya. Kok tahu?"
"Akulah pencuriitu. Ah, tapi bagaimana mungkin!
Semua begitu aneh.Semua terjadi, seperti ada yang telah mentakdirkan.
" Andri kemudian menceritakan semuanya. Bermula darimimpinya setelah ia sholat istikhoroh, sekitar sepuluhtahun yang lalu.
Istrinya juga bercerita, ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun,
pamannyamenemukan ia di Sung-Cheng dan mengambilnya untuk tinggal bersama keluarganya di Shiang-Chow. Akhirnya mereka menyadari bahwa pernikahan merekaadalah sebuah takdir yang telah digariskan Allah Ta'ala. Andri menangis. Ia malu pada Penciptanya.
Malupada kesombongannya untuk menentang takdir. Ah... padasaat itulah,
Andri menyerahkan segala urusannya kepadaAllah.
Tapi kenapa ketika ia mendapatkan petunjuk, iamalah mengingkarinya ?
Saat itu juga, Andri melakukansholat taubat.
Untuk menjadi mukmin yang baik.Begitulah, kasih sayang di antara mereka kian tumbuhsubur.
Setahun kemudian lahirlah anak laki-laki.
Istri Andri mendidiknya dengan sangat baik.
Setelahdewasa, ia menjadi seorang yang terpelajar. Usahanyadi bidang perdagangan maju pesat.
Ia sangat penyantundan terkenal kedermawanannya.
Ketika sang anak menjadigubernur, Andri telah lanjut usia.
Anak dan istrinyatetap setia memelihara dan mencintainya.
Di tempatmereka pertama kali bertemu, empat belas tahun sebelumpernikahan,
anak Andri membangun tempat peristirahatanuntuknya.
"Dan segala sesuatu kami jadikan berjodoh-jodohan,agar sekalian kamu berpikir.
" (QS 51 : 49). "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
Diamenciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,
supayakamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya,
dan dijadikan-Nya di antaramu rasakasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. 30:21)
 
Kumpulan Cerita

  MUTIARA DAN KERANG

Ya.Allah semoga aku lebih ingin menghibur dari pada dihibur;
memahami dari pada di pahami;
Mencintai dari pada dicintai;
Sebab dengan memberi aku menerima;
Dengan memaafkan aku dimaafkan;
Dengan cinta aku bangkit kembali.


Suatu hari ada sebuah mutiara kecil yang menyendiri di kegelapan lautan yang dalam,dan sang kerang senantiasa melindungi sang mutiara dalam mulutnya, sehingga mutiara itu selalu dalam penjara yang tanpa cahaya...bukan karena kekejaman dari sang kerang kepada mutiara itu, tetapi demi cintanya padanya, "laut itu penuh dengan makhluk aneh, ada hiu, kura-kura dan belut"..sang kerang selalu berkata. Berbagai macam ikan pun selalu terpana jika melihat sebuah mutiara...sehingga mutiara itu terus menerus ingin dicuri dan dimiliki oleh semua.Apakah hal ini dapat dimengerti oleh sebuah mutiara kecil? tidak..ia merasa terasingkan, sendiri dan sedih...kerang yang senantiasa menemaninya pun merasa sedih..hanya apa daya jika cinta sudah melanda..."meski ku terlihat kejam, hanya Allah yang tahu niat dan isi hatiku" ini yang selalu di ucapkan sang kerang disaat ia berusaha bersemangat dan melindungi mutiara itu.Suatu hari, nelayan datang dengan perahu kecil, mereka berbondong bondong dan mengangkat hasil panen mereka itu..."wah kayaknya kita panen bagus nich!" kata seorang nelayan dengan senyuman yang melebar...temannya pun datang dengan muka tersenyum dan berkata "ayok kalau gitu cepet2 donk aku mau menikmati hasil jerih payah kita nih".Matahari tidak begitu terik hari itu, banyak burung2 berterbangan dan dari kejauhan dapat terdengar ibu2 yang sedang bernyanyi..." hari ini semoga hari untung, karena kita kan membuka...dan didalamnya kan ada sebuah mutiaraa....."ternyata ini adalah tempat peternakan kerang dan tujuan para nelayan adalah membudidayakan mutiara....satu persatu jerat yang ada didalam air laut diangkat, begitu banyaknya kerang yang menempel disana..."apa ini???" jerik sang kerang..."kemana kan ku pergi?"...mutiarapun yang berada didalam terperanjat..hanya saja ada ide muncul dikepalanya..."akhirnya aku mungkin dapat bebas...hari ini aku dapat bersenang-senang di laut..biarlah ada banyak ikan, ku kan berteman dengan mereka...aku akan mempunyai banyak kawan dan ku kan bebas berjalan2 kemana ku mau pergi sebebas hatiku..."

Mutiarapun pun mulai berangan-angan dan bernyanyi-nyanyi...kerang mendengar mutiara bahagia merasa sedih dan takut, bagaimanakah nasib mutiara nanti? ia tidak akan selamat karena tak ada yang akan melindunginya lagi, kemanakah ia akan pergi? bagaimana jika bertemu sang hiu atau makhluk aneh lainnya?Setelah semua jerat diambil, sang nelayan pun mengumpulkan kerang-kerang itu. Kemudian satu persatu kerang di buka oleh ibu-ibu di tepian pantai...ada yang menghasilkan mutiara dan ada yang tidak, dan begitu banyak ragam mutiara yang muncul ada yang bulat dan indah dan ada mutiara yang bebentuk lonjong dan aneh pula."oiii liat nii ada satu kerang tak mo buka" keluh salah seorang ibu-ibu itu....temannya pun datang dan berkata, "sini aku coba!" dengan susah payah ia berusaha membuka, tetapi temannyapun tak bisa...Ternyata, sang kerang berusaha sekuat tenaga tuk melindungi sang mutiara..mutiarapun mulai menagis..mengapa ku dikurung? mengapa ia bersikeras menutup dan memenjarakanku? "wahai kerang kau sungguh kejam kau egois!!! aku benci padamu!!!!"mendengar itu kerangpun mulai menangis...ia ingin berbicara tetapi apa daya..mulutnya sedang berperang dengan tenaga manusia..."ya udah!! ni palu, ketok aja dikit mutiarakan agak kuat...cuman satu ini gak pa kalau ancur, coba dech, lagi pulakan belum tentu ada mutiaranya" kemudian ibu itu meletakkan pisaunya dan mengambil palu dari temannya tersebut...kerang pun terheran "wah akhirnya mereka tak mau membuka mulutku..aku dapat istirahat sebentar..mungkin mereka akan membuangku kembali ke laut, seandainya aku dapat mengerti bahasa manusia.."

Ketika kerang ingin berbicara dengan mutiara itu...salah satu ibu pun bersiap2 tuk memukul kerang itu dengan palu...saat ia mulai mengayunkan palu itu terdengar ada yang memanggil...."oiiiiii makan siang dulu nehhhh""ia ia bentar mo buka yang satu ini dulu.."Tiba tiba terasa getaran yang amat sangat..mutiarapun menjadi tersentak dan kaget...kerangpun terluka parah, hanya saja ia tetap gigih berjuang..TOKKKKKKK!!!! lambaian palu mulai mengenainya kembali...air tangis mulai mengucur dari sang kerang..."oh mutiaraku...aku begitu mencintaimu, aku senantiasa melindungimu...maafkan aku yang selalu kau anggap kejam dan maafkan daku yang membuatmu merasa dipenjara, aku hanyalah seekor kerang yang mencintaimu, aku tak mau kau terluka dan bersedih dalam kehidupan ini, aku memang ingin kau bebas dan bahagia, tetapi tidak seperti ini..lihatlah makhluk itu bernama manusia, ia mau mengambil nyawaku karena dirimu...apakah itu perbuatan yang benar?"...TOKKKKK kembali palu digerakkan mengenai tepat pada sasaran..."..j..j..a..galah...diri...mmmuuu...bbb..aik-bbbaa..i..k...aku c..in.ta..p..ada..muu...mmuu...ti...aa..a..rr.r.r.a..kk..uu" hemmbusan terakhir dihembuskan sang kerang dan ia pun akhirnya terbuka...


Kupunya sekeping hati
Karena cinta ku rela menghadapi penyiksaan
Cinta merebut dirimu dengan pengorbanan jiwa
Kan kutebus pula sesuatu diatas jiwa
........

Ajari aku untuk mencinta
Ketika dalam mencinta aku selalu terluka;
Ajari aku untuk selalu terseyum dan tertawa;
Ketika dalam tawa ada duka dan derita;
Ajari aku untuk bernafas lega;
Ketika dada terasa sesak oleh tetes demi tetes luka
 
Kumpulan Cerita
Sunday, June 13, 2004

  Sang Alkemi

Pernahkah anda mendengar istilah Alkemi? Alkemi dikenal sebagai sebuah ilmu
yang mampu mengubah besi menjadi emas. Dalam banyak kisah, beberapa orang
menganggapnya sebagai sebuah sihir belaka, tetapi yang lain percaya bahwa
ilmu itu benar-benar ada. Dan, siapa yang tak tergiur untuk bisa menguasai
ilmu alkemi? Hanya dengan kemampuan alkemi, ia bisa mengubah besi menjadi
emas dan tentu menjadi kaya-raya.

Alkisah, di sebuah negara di Timur ada seorang Raja yang hendak mencari
orang yang benar-benar mengerti tentang alkemi. Sudah banyak orang datang
pada Raja, tetapi ketika diuji, mereka ternyata tidak mampu mengubah besi
menjadi emas.

Suatu ketika seorang menteri berkata pada Raja bahwa di sebuah desa terdapat
seseorang yang hidup sederhana dan bersahaja. Orang-orang di sana mengatakan
bahwa ia menguasai ilmu alkemi. Segera saja Raja mengirimkan utusan untuk
memanggil orang itu. Sesampainya di istana, Raja mengutarakan maksudnya
ingin mempelajari ilmu alkemi. Raja akan memberikan apa yang diminta oleh
orang itu.

Tetapi apa jawab orang desa itu, "Tidak. Saya tidak mengetahui sedikit pun
ilmu yang Baginda maksudkan."

Raja berkata, "Setiap orang memberitahu aku bahwa engkau mengetahui ilmu
itu."

"Tidak, Baginda," jawabnya bersikeras. "Baginda mendapatkan orang yang
keliru."

Raja mulai murka dan mengancam. "Dengarkan baik-baik!" kata Raja. "Bila kau
tak mau mengajariku ilmu itu, aku akan memenjarakanmu seumur hidup."

"Apa pun yang Baginda hendak lakukan, lakukanlah. Baginda mendapatkan orang
yang keliru"

"Baiklah. Aku memberimu waktu enam minggu untuk memikirkannya. Dan, selama
itu kau akan dipenjara. Jika pada akhir minggu ke enam kau masih berkeras
hati, aku akan memenggal kepalamu."

Akhirnya orang itu dimasukkan ke dalam penjara. Setiap pagi Raja datang ke
penjara dan bertanya, "Apakah kau telah berubah pikiran? Maukah kau
mengajariku alkemi? Kematianmu sudah dekat, berhati-hatilah. Ajari aku
pengetahuan itu."

Orang itu selalu menjawab, "Tidak Baginda. Carilah orang lain. Carilah orang
lain yang memiliki apa yang Baginda inginkan, saya bukanlah orang yang
Baginda cari."

Setiap malam ada seorang pelayan yang melayani orang itu dalam penjara.
Pelayan itu berkata bahwa Raja mengirimnya untuk melayani orang itu
sebaik-baiknya. Pelayan itu menyapu lantai serta membersihkan ruangan
penjara itu. Pelayan itu juga selalu mengantarkan makanan dan minuman untuk
orang itu, memberikan simpati kepadanya, melakukan apa saja yang diminta
oleh orang itu, dan bekerja apa saja selayaknya seorang pelayan. Pelayan itu
selalu menanyakan, "Apakah anda sakit? Apakah ada sesuatu yang dapat saya
lakukan untuk anda? Apakah anda lelah? Bolehkah saya membersihkan tempat
tidur anda? Maukah anda bila saya mengipasi anda hingga anda tertidur, udara
di sini panas sekali." Dan, segala sesuatu yang bisa pelayan itu lakukan,
maka ia lakukan saat itu juga.

Hari terus belalu. Dan, kini tinggal satu hari lagi sebelum kepala orang itu
dipenggal. Pagi hari Raja mengunjungi dan berkata, "Waktumu tinggal sehari.
Ini kesempatan bagimu untuk menyelamatkan nyawamu sendiri."

Tetapi orang itu tetap saja berkata, "Tidak Baginda. Yang Baginda cari
bukanlah hamba."

Pada malam hari, sebagaimana biasa pelayan itu datang. Orang itu memanggil
pelayan itu untuk duduk dekat dirinya kemudian diletakkan tangannya di bahu
pelayan itu dan berkata, "Wahai orang yang malang. Wahai pelayan yang
malang. Engkau telah berlaku sunguh baik terhadap diriku. Kini aku akan
membisikkan di telingamu sebuah kata tentang alkemi. Sebuah kata yang akan
membuatmu mampu mengubah besi menjadi emas."

Pelayan itu berkata, "Aku tak tahu apa yang kau maksudkan dengan alkemi.
Saya hanya ingin melayani anda. Saya sungguh sedih bahwa besok anda akan
dihukum mati. Itu sungguh mengoyak hatiku. Saya harap saya bisa memberikan
jiwa saya untuk menyelamatkan anda. Seandainya saya bisa, sungguh saya
sangat bersyukur."

Sang alkemi menjawab, "Lebih baik aku mati daripada memberikan ilmu alkemi
ini kepada orang yang tidak layak menerimanya. Ilmu yang baru saja aku
berikan kepadamu dalam simpati, dalam penghargaan, dan dalam cinta, tak akan
kuberikan kepada Raja yang akan mengambil nyawaku besok. Mengapa demikian?
Karena engkau pantas menerimanya, sedangkan Raja itu tidak."

Esok harinya, Raja memanggil sang alkemi dan memberikan peringatan terakhir.
"Ini adalah kesempatan terakhirmu. Kau harus mengajariku ilmu alkemi, bila
tidak lehermu harus dipenggal."

Sang alkemi menjawab, "Tidak Baginda, anda mendapatkan orang yang keliru."

Raja pun, "Baiklah. Aku putuskan kau untuk bebas, karena kau telah
memberikan alkemi itu padaku."

Sang alkemi keheranan, "Kepadamu? Saya tidak memberikannya pada Baginda
Raja. Saya telah memberikannya pada seorang pelayan."

"Tahukah kau, bahwa orang yang melayanimu setiap malam adalah aku," jawab
sang Raja.

Renungan Editor: Banyak orang menginginkan emas dalam hidupnya dengan
mempelajari alkemi. Tetapi saat ia mencapai tujuannya, bukan emas yang ia
temukan, justru ia sendiri menjadi emas itu.

Sumber: Diadaptasi dari Hazrat Inayat Khan, Spiritual Dimensions of Psychology
 
Kumpulan Cerita

  "Berapa Banyak yang Telah Kau Berikan Untukku?"

"Berapa banyak yang telah kau berikan untukku?" Satu pertanyaan yang sangat
akrab ditelinga kita dan mungkin sering kita tanyakan kepada orang lain baik
itu secara langsung maupun tidak langsung. Saya teringat sebuah ungkapan
kebijaksanaan yang sangat terkenal dari President Amerika Serikat, John F.
Kennedy yang berbunyi, "Jangan pernah tanyakan kepada Negara apa yang telah
Negara berikan kepadamu tetapi tanyakanlah pada dirimu apa yang telah engkau
berikan kepada Negara". Kurang lebih demikianlah bunyinya.

Dalam menjalani kehidupan seringkali kita selalu mengungkapkan pertanyaan
itu. Dan mungkin setiap hari pertanyaan itu selalu muncul dalam segala aspek
kehidupan kita, soal pekerjaan, soal persahabatan dan tak luput juga soal
percintaan. Malahan terkadang pertanyaan itu semakin lengkap setelah kita
tambahi kalimat seperti, "Dibandingkan dengan apa yang telah kuberikan
kepadamu maka......" atau "Setelah segala sesuatu yang kulakukan untukmu
maka......" atau mungkin "Melihat semua pengorbananku untukmu maka......".
Tanpa kita sadari telah banyak tekanan yang kita berikan dalam hidup kita
sendiri dan orang-orang yang ada disekitar kita. Pertanyaan diatas
seringkali juga kita sampaikan dalam bentuk lain, contohnya "Aku telah
menolongmu dan lihat apa yang kaulakukan padaku" atau "Masih tidak cukupkah
semua yang kulakukan untukmu" atau seperti ini "Aku sangat mencintaimu namun
mengapa kau menyakitiku", dan masih banyak lagi bentuk-bentuk tekanan dan
tuntutan yang kita ajukan kepada orangyang ada disekitar kita yang tanpa
kita sadari telah memberikan tekanan dalam hidup kita sendiri.

Hakekat manusia adalah memiliki kelebihan dan kekurangannya. Setiap kita
tentu memilikinya. Namun terkadang kita seringkali melihat sesuatu atau
seseorang dari sudut pandang kita, dari kacamata kita sendiri tanpa pernah
menempatkan diri kita pada sudut pandang mereka. Memang benar bahwa lebih
mudah bagi kita untuk melihat keluar daripada melihat kedalam dan itulah
salah satu kelemahan mendasar yang dimiliki setiap manusia. Meminta atau
menuntut sesuatu merupakan salah satu sifat dasar alamiah yang ada dalam
diri setiap manusia. Sejak masih dalam kandungan secara langsung atau tidak
kita telah meminta dan menuntut dan hal itupun berlanjut hingga kita
melangkahkan kaki ke liang kubur.

Setiap kelemahan mendasar dan sifat dasar alamiah yang kita miliki adalah
sebagian dari elemen-elemen yang membentuk kita dan memberikan kita keunikan
sebagai seorang pribadi atau individu. Namun ada sebagian dari elemen-elemen
itu yang harus kita buang, ubah atau diperbaiki agar dapat memberikan
cirri-ciri menarik dalam kepribadian kita. Tentu hal ini akan sangat baik
dan penting bagi kita sebagai mahluk sosial dalam berinteraksi dengan dunia
yang ada disekitar kita.

Menuntut dan meminta adalah bias dari kebutuhan kita sebagai manusia akan
sesuatu baik itu bersifat materiil ataupun spiritual. Kebutuhan akan
perhatian, kasih sayang dan kebahagiaan adalah sebagian sebab hingga kita
memiliki tuntutan dan permintaan. Bukanlah hal yang salah jika kita meminta
dan menuntut sesuatu karena itu adalah salah satu sarana bagi setiap manusia
untuk merefleksikan kemanusiaannya. Ketidaksempurnaan segala sesuatu
termasuk kita manusia seringkali mengubah tuntutan dan permintaan itu
menjadi beban bagi kita, bagi orang lain dan bagi hubungan yang kita jalin
dan bangun dengan orang lain. Sehingga bukan kebahagiaan yang kita temukan
namun beban dan sakit hati yang selalu kita dapatkan dari semua permintaan
dan tuntutan itu. Jadi, bagaimana cara menyiasati agar sifat dasar meminta
dan menuntut itu dapat berubah dari kelemahan menjadi kekuatan kita?

"Lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah." Ungkapan kebijaksanaan
abadi yang memiliki arti yang sangat dalam. Atau dengan bahasa lain dapat
disampaikan sebagai berikut, "Lebih baik memberi daripada menerima". Inilah
hal yang paling penting yang harus kita bangun dalam jiwa kita. Bagaimana
menemukan kebahagiaan dengan lebih banyak memberi dari pada meminta? Tentu
bukan hal yang mudah untuk merubah pola pikir kita yang selama ini telah
tertanam dan terbentuk selama bertahun-tahun. Perlu kerelaan dan keterbukaan
hati untuk lebih banyak melihat keluar daripada melihat kedalam. Perlu
kemawasan diri untuk mau menempatkan diri dan melihat dari kacamata orang
lain.

Masih lebih baik kita bertanya pada diri kita "Seberapa banyak yang telah
kuberikan kepadanya?" dan jika kita belum menemukan kebahagiaan dan apa yang
kita harapkan dari orang itu maka cobalah untuk melihat dari sudut
pandangnya. Terkadang seseorang menyakitimu ataupun melukaimu bukan karena
dia sengaja atau tak peduli padamu ataupun tak mencintaimu serta tak ingat
akan setiap pengorbananmu namun terkadang banyak hal yang dia sebagai
manusia tak bisa membendungnya. Pasti ada alasan dibalik semua itu dan
itulah saatnya bagi kita untuk melihat dari kacamatanya dan merefleksikan
keadaan tersebut.

Jika kita memberi sepenuhnya dan dapat melihat serta mengerti akan seseorang
maka kita akan menemukan kebahagiaan dibalik ketidaksempurnaan. Dan mungkin
dengan semua itu kita dapat merubah seseorang itu sempurna bagi kita.
Ingatlah, setiap ungkapan kebijaksanaan diatas dan satu lagi, "Love is not
demanding but understanding". Jadi, jika kau hendak memberi, berikanlah
tanpa pamrih dan jika kau mencintai, cintailah tanpa alasan. Itulah hakekat
kesejatian yang abadi dan niscaya jika kita telah dapat menyelaminya maka
kebahagiaan sejati akan menjadi milik kita.

~HJ~
 
Kumpulan Cerita

  Kaya dan Cukup

Apapun keadaan kita maka kita harus merasa KAYA dan CUKUP.

Pernyataan ini baik sekali untuk ditempatkan pada konteks
"bahagia menikmati hidup". Dan tentu tidak harus kaya material dulu.

Nah sekarang pertanyaannya bagaiman kita bisa " bahagia menikmati hidup "
dan sekaligus " kaya material " ?.

Untuk masalah "bahagia menikmati hidup", temen saya pernah ngasih tahu
caranya dengan menghindari lima hal yang sering menyebabkan kita tak
bahagia menikmati hidup :

Pertama,
Adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang
Anda pandang bernilai. Anda sudah memiliki pekerjaan tetap dan tingkat kehidupan yang lumayan, tapi Anda masih merasa kurang.
Anda merasa akan berbahagia bila memiliki uang lebih banyak, rumah lebih
besar, mobil lebih bagus, dan sebagainya.
Pikiran Anda dipenuhi oleh benda-benda yang Anda kira dapat membahagiakan
Anda. Padahal, Anda tidak bahagia karena lebih memusatkan perhatian pada
segala sesuatu yang tidak Anda miliki, dan bukannya pada apa yang Anda
miliki sekarang.

Kedua,
Anda percaya bahwa kebahagiaan akan datang bila Anda berhasil mengubah
situasi dan orang-orang di sekitar Anda. Anda tak bahagia karena pasangan,
anak, tetangga, dan atasan Anda tidak memperlakukan Anda dengan baik.
Kepercayaan ini salah. Anda perlu menyadari bahwa amat sulit mengubah orang
lain. Bukannya berarti Anda harus menyerah, silakan terus berusaha mengubah
orang lain. Namun, jangan tempatkan kebahagiaan Anda di sana. Jangan
biarkan lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda membuat Anda tak bahagia. Kalau Anda tak dapat mengubah mereka, yang perlu Anda ubah adalah diri Anda
sendiri, paradigma Anda.

Ketiga,
Keyakinan bahwa Anda akan bahagia kalau semua keinginan Anda terpenuhi.
Padahal, keinginan itulah yang membuat kita tegang, frustrasi, cemas,
gelisah dan takut. Terpenuhinya keinginan Anda paling-paling hanya membawa
kesenangan dan kegembiraan sesaat. Itu tak sama dengan kebahagiaan.

Keempat,
Anda tak bahagia karena cenderung membanding-bandingkan diri Anda dengan
orang lain. Saya pernah bertemu eksekutif yang berkali-kali pindah kerja
hanya karena kawan akrabnya semasa kuliah dulu memperoleh penghasilan lebih
besar dari dirinya. Karena itu, setiap ada tawaran kerja, yang dilihat
adalah apakah ia dapat mengungguli atau paling tidak menyamai penghasilan
kawannya. Ia bahkan tak peduli bila harus berganti karier dan pindah ke
bidang lain. Sampai suatu saat ia menyadari bahwa tak ada gunanya
"mengejar" sahabat karibnya. Sejak itulah ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya sendiri. Ia kini bahagia dengan pekerjaannya dan tak pernah ingin tahu lagi penghasilan sahabatnya.

Kelima,
Anda percaya bahwa kebahagiaan ada di masa depan. Anda terlalu terobsesi
pepatah "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian". Kapan Anda
bahagia? "Nanti, kalau sudah jadi manajer," kata Anda. Persoalannya, saat
menjadi manajer, Anda tambah sibuk, waktu Anda tambah sempit. "Saya akan
bahagia nanti, kalau sudah menjadi direktur atau dirjen, gubernur, menteri,
presiden." Nah, daftar tunggu ini masih dapat terus diperpanjang. Namun,
Anda tak juga bahagia. Kalau demikian yang terjadi adalah, "bersakit-sakit
dahulu, bersenang-senang entah kapan." Kebahagiaan telah Anda letakkan di
tempat yang jauh. Padahal, sebenarnya kebahagiaan berada sangat dekat dan
dapat Anda nikmati di sini, sekarang juga!

Sumber: Unknown 
Kumpulan Cerita

  Hidup adalah Pilihan

Memilih untuk bahagia atau untuk sengsara.
Memilih untuk dipulihkan atau untuk menyimpan kepahitan.
Memilih untuk mengampuni atau untuk mendendam.

Hidup adalah masalah pilihan.
Kebahagiaan semu bisa Anda dapatkan,
yang sejati tak jauh dari jangkauan.
Cinta kasih juga bisa Anda miliki, namun
dendam dan amarah juga bisa Anda alami.

Persahabatan nan indah bukan impian,
pengkhianatan dan kepahitan mungkin Anda dapati.

Hidup adalah masalah pilihan.
Mengenai bagaimana Anda menjalani hidup.
Mengenai bagaimana Anda menghabiskan seluruh waktu.
Mengenai bagaimana Anda mencapai impian.
Dan mengenai bagaimana Anda memandang kehidupan.

Ada orang yang menganggap kehidupan sebagai angin yang berhembus.
Banyak yang datang dan yang pergi.
Tak dapat ditebak, dan tak dapat diselami.

Ada pula yang menganggap kehidupan sebagai medan peperangan.
Di mana ia harus berjuang tanpa henti.
Tanpa kedamaian di hati.

Sementara yang lain menganggap kehidupan
sebagai kutuk dari Yang Mahakuasa.
Hidup tak lagi berarti bagi dirinya.
Ratap tak pernah jauh dari mulutnya.
Air mata mengalir siang dan malam,
sebab hanyalah duka nestapa yang ada.

Namun...
Orang yang berbahagia menganggap kehidupan sebagai
suatu emas yang mulia.
Harta nan sangat berharga.
Anugrah Ilahi yang tak tertandingi.

Dijalaninya hidup, dengan asa dan impian.
Berjalan dalam jalan Sang Pencipta.
Berserah sepenuhnya.
Melangkah setapak demi setapak.
Sampai didapatinya mahkota kemuliannya.

Hidup adalah masalah pilihan.
Yang manakah yang Anda pilih?
Tanyalah pada diri sendiri.
Dan jalanilah hidup Anda.....

Sumber: Femaleradio.com
 
Kumpulan Cerita

  Setiap Hari Dalam Hidupmu adalah Istimewa

Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan pakaian dalam dan
membuka bungkusan berbahan sutra "Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang asing lagi". Dia membuka kotak itu dan memandang pakaian
dalam sutra serta kotaknya. "Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.

Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan hadiah
didekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal. Dia menoleh padaku dan berkata :
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN YANG ISTIMEWA !"

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku.
Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk disofa tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.

Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemanapun aku menginginkannya.
Kata-kata "Suatu hari ....." dan Satu saat nanti ....."sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.

Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka berpikir bahwa dia mungkin pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.

Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui, juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari nanti". Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku.

Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.

Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah bahwa "Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan mungkin tidak akan pernah datang ..............

Sumber: Unknown
 
Kumpulan Cerita
Wednesday, May 05, 2004

  Menuju Keindahan dan Kebahagiaan, Stop Comparing!

Ini bercerita tentang tokoh asal Timur Tengah, Nasruddin.
Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.
Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut.
Tetapi selama sejam mereka mencari jarum itu tak ketemu juga.
Tetangganya bertanya, "Jarumnya jatuh dimana ?"
"Jarumnya jatuh di dalam," jawab Nasruddin.
"Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya diluar ?" tanya tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab,
"Karena di dalam gelap, di luar terang."
Begitulah, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan keindahan.

Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat apa-apa.Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan keindahan,sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri.
Justru letak 'sumur'kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam.
Tak perlu juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua orang.
Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya, banyak orang mencari sumur itu diluar.
Ada orang yang mencari bentuk kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan berlangsung lama. Kulit,misalnya, akan keriput karena termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang karena pensiun.
"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere.
Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat dari mencarinya diluar". Untuk mencapai tingkatan kehidupan yang penuh keindahan dan, kebahagiaan seseorang harus melalui 5 (lima) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.

Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.
"Stop membanding dengan yang lain.
Seorang ayah atau ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar"
Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, dimulai dari membandingkan.
Contoh Michael Jackson, sebagai orang yang seringkali membandingkan dirinya dengan orang lain. "Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik. Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang Michael Jackson.
Leads you nowhere," Karena itu, saya mengajak pembaca ke sebuah titik, mengalir (flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia,yaitu menjadi diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya !"

Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi.
Sebab utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi. "Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus
memberi lebih banyak, Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan. I intend good, I do good and I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik,
kemudian saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila
kita konsentrasi pada hal memberi,"
Memberi tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian, dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and happiness."Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada yang pelit.Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya, apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya.
Saya bilang : sleep well, eat well," Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan kegiatan memberi. "Tak perlu khawatir, setiap pemberian itu ada yang mencatat. Jika atasan Anda di kantor tidak mencatat pemberian Anda, ada 'Atasan
Tertinggi' yang mencatatnya. Mirip dengan petani, orang-orang yang suka memberi akan memanen hasil-hasil yang diharapkan,"

Cahaya di dalam pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan
adalah berawal dari semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di
dalam. Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya
gelap.Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap.
Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup,
semakin bercahaya Anda dari dalam. "Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa mengucapkan terima kasih pada Tuhan. Karena suami yang keras dan marah-marah, Anda punya istri cerewetnya minta ampun.
Ucapkan terima kasih pada Tuhan, karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun, itu sengaja ada yang kirim. Agar Anda belajar tentang kebijaksanaan," Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan,biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi,semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.
"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.
Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik. Jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness,"

Pintu keempat adalah surga yang bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah rangkaian sikap. "Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaan,maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu sekarang,".Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda benar.
Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright.
Setiap kali kita beribadah,berdoa dan memuja Tuhan,tetapi setiap kali pula kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap
Tuhan. "Kalau Anda berdoa tapi masih takut, mending jangan berdoa karena tidak yakin. Lebih baik Anda yakin, hidup ini berjalan sempurna, doanya pas-pasan tapi Anda yakin jauh lebih baik," kata Gede Prama.
"Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang kecil,"sambung konsultan manajemen yang dulu sempat terpikir untuk mengoperasi hidungnya yang besar ini.

Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan kita tahu kehidupan. Ada cerita tentang kumpulan binatang yang hendak bikin sekolah karena mereka tidak mau kalah dengan manusia. Semua binatang mengikuti kursus berlari, berenang dan terbang. Tetapi 11 tahun kemudian, binatang-binatang tersebut merasa lelah sekali.
Burung tetap hanya bisa terbang, ikan tetap hanya bisa berenang,dan serigala tetap hanya bisa berlari. Akhirnya mereka sampai pada sebuah kesimpulan, bahwa mereka harus tahu diri. Ikan mesti tahu diri hanya bisa berenang, burung mesti tahu diri hanya bisa terbang sedangkan serigala harus tahu diri hanya bisa berlari.
Sehingga, seperti hewan-hewan tersebut, manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan.
Ada sebuah kalimat bijak ;
"Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam.
Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri," Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian mengetahui kehidupan.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
 
Kumpulan Cerita
Tuesday, April 27, 2004

  Menyerap Pemikiran, Semangat, dan Harapan Kartini

Ibu kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia harum namanya
Ibu kita Kartini pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai Ibu kita Kartini putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
-- Kartini, (W.R. Soepratman)

Kartini, Raden Ajeng/Ayu (bukan nama depan) adalah perempuan yang
selayaknya menjadi kebanggaan bangsa. Tetapi cukupkah sekedar
membanggakannya, memberinya gelar pahlawan, atau memperingati hari
lahirnya? Bagaimana dengan gagasan-gagasannya, siapa yang berani
mengimplementasikannya? Siapa yang setia dan konsisten berjuang bagi
orang lain, bahkan hingga berkorban? Pengorbanan yang bahkan
prinsipil.

Kartini berkorban dengan darah dan air mata. Tak banyak yang tahu
atau peduli manakala hatinya kesakitan, menangis tersedu, saat ia
tak boleh sekolah, semata-mata karena seorang perempuan. Ia
dipingint, seperti banyak perempuan lain saat itu. Itulah
pengorbanan. Padahal mimpi dan cita-citanya bersekolah adalah untuk
kemajuan bangsa dan kemajuan perempan, "Dan tidak hanya untuk
perempuan saja, tetapi untuk masyarakat Bumiputra seluruhnya
pengajaran kepada anak-anak merupakan berkah?" (surat 31-1-1901)

Adalah benar adanya pernyataan Kartini itu. Kartiini hadir dengan
gagasan dan praktek pembebasan bukan hanya untuk perempuan tetapi
juga untuk masyarakat terjajah, kemiskinan dan adat istiadat yang
merugikan. Kartini mengaktualisasikannya dengan antara lain membantu
pengrajin perak dan kayu. Kartini menjadi mediator yang menerima
pesanan dari Belanda kepada pengrajin. Kartini pun berupaya agar
pengrajin lebih dapat meningkatkan mutu desainnya dengan mengadakan
semacam training dan meminta tolong kepada yang lebih ahli.

Masih banyak lagi pelajaran yang bisa diserap dari gagasan dan
tindakan Kartini, bila kita mau. Kartini menjalani hidup dengan
kekuatan menggapai apa yang dipercayainya, menjadi manusia mandiri.
Katini melauluinya dengan pengorbanan, pengharapan, serta
kegembiraan. Pengorbanannya saat ia memilih menerima pernikahan dan
menjalani poligami untuk bisa mendirikan sekolah "Jika tujuan saja
yang dikejar dengan jalan ini lebih cepat dan lebih pasti dapat saya
capai, apa salahnya untuk menempuh jalan itu", pengharapanya saat
memulai sekolah akan lebih banyak orang yang berakal dan berwatak,
dan kegembiraannya saat mendengar Abdulah Rivai mendapatkan beasiswa
belajar di Batavia.

Tulisan bisa panjang jika saya berupaya menuliskan gagasan dan
pemikiran Kartini, meskipun saya sebenarnya senang sekali jika ada
kesempatan itu. Saya akan bisa bercerita banyak tentang gagsan
Kartini. Mungkin tak akan habis, dan tentunya selalu relevan, kaya,
multidimensi, dan penuh makna. Seperti gagasannya tentang tubuh
perempuan, "diajarkan satu mata pelajaran lagi, yaitu pengetahuan
tentang tubuh kita, bentuk dalam dan bentuk luarnya serta tugas yang
harus dilakukan tiap bagian jasad manusia untuk mempertahankan hidup
dan kesehatan" (surat 10-6-1902) dan paling relevan tentang Barat
dan Timur."

Adalah hal yang patut disayangkan bila pemikiran dan gagasan Kartini
tersendat tak sampai ke pikiran dan hati jutaan perempuan di mana
pun berada. Bahkan hampir tak pernah masuk dalam buku teks sekolah,
apalagi dipelajari. Sehingga tak banyak perempuan memahami pemikiran
dan gagasannya, terlebih konteks jaan di mana Kartini hidup. Bahkan
tudingan negatif mengenai pemikiran dan perjuangan Kartini pun
lahir, turut mengaburkan maknanya.

Kartini memang mengakui bahwa ia belajar dari Eropa dan menyerap
nilai positif dari sana, "Bukan hanya suara-suara dari luar; dari
Eropa yang sampai kepada saya yang menyebabkan saya ingin mengubah
keadaan sekarang ini. Sejak saya masih kanak-kanak...pada waktu kata
emansipasi belum mempunyai arti apa-apa bagi saya dan tulisan itu
masih di luar jangkauan saya, dalam hati saya sudah timbul keinginan
untuk mereka, bebas, dan berdiri sendiri."

Betapapun hujaman dan pengabaian Kartini, kita tak akan pernah
menganggap pilihan yang ditetapkan Kartini, Roekmini, dan Kardinah
adalah pilihan mudah, kenyataannya tak ada perempuan lain dengan
kesempatan dan privelege sama (ningrat) berani mengambil langkah
mereka: memaknai hidup, betapapun kerasnya, untuk selalu berjuang.

Kartini tak pernah berharap apa-apa, bahkan mungkin tak menyadari
bahwa yang ditulisnya kemudian menjadi sangat berarti, tetapi
benarkah begitu, seerapa jauh kita mampu menyerap semangat dan
pemikiran Kartini seperti katanya, "...kami hendak memberikan diri
kami seluruhnya, kami tidak minta apa pun bagi diri kami, kami hanya
ingin agar dikerjakan sesuatu terhadap yang menyedihkan dan kejam,
agar dibuat permulaan dari akhirnya". (surat 21-12-1901)

Sumber: Menyerap Pemikiran, Semangat, dan Harapan Kartini oleh Umi
Lasmina, Dikutip dari Festival April 2003-Institut Ungu
 
Kumpulan Cerita

  Mengisi Hari

Krisdayanti makin terkenal ketika melantunkan Menghitung Hari.
Sebuah lagu yang bercerita tentang seseorang yang sedang patah hati.
Perasaannya hancur dan kemudian irama hidupnya menjadi kacau balau.
Yang dapat dilakukannya hanya menghitung hari demi harinya untuk mengusir pergi perasaan tidak nyaman itu.

Begitulah hari-hari yang kita jalani. Tidak selamanya kita mendapat
hari penuh kemujuran, seperti melewati mulusnya aspal jalan bebas
hambatan. Ada saja kerikil pengganggu di sepekan perjalanan. Entah itu 'kerikil' yang muncul dari dalam diri sendiri maupun dari orang-orang di sekitar kita.

Ada istilah I don't like Monday. Aku benci hari Senin. Orang yang
mengatakan ini karena memiliki alasan bahwa keharusan kembali
bekerja adalah celaka. Kalau boleh memilih, lebih baik hidup di hari
Sabtu dan Minggu saja. Mereka menganggap Senin sampai Jumat,
terutama Senin, amat meletihkan lahir-batin.

Rasanya berat kalau mesti bertemu bos pada rapat Senin pagi.
Terbayang di kepalanya tentang target yang belum tercapai, kewajiban kinerja yang harus terus diperbaiki, produktivitas yang menuntut ditingkatkan lagi, efisiensi pada segala hal, dan kredo-kredo lain di dunia kerja.

Belum lagi jika mengingat Selasa sampai Jumat yang pasti berupa hari-hari mewujudkan kesimpulan rapat Senin pagi. Sebab, memang demikian yang terjadi pada pekan-pekan maupun bulan-bulan lalu. Selalu rutin begitu.

Sementara itu, ketika Jumat telah menjelang petang, hati ini bungah sekali. Seperti isi botol yang keluar dan menyembur sumbat gabusnya dilepas. Bebas euy! Besok tidak ada lagi bos dan segala macam konsekuensi pekerjaan. Yang ada hanya kesempatan melakukan apa saja yang disenangi dan wajah gembira keluarga, lalu perlu berseru Thank God it's Friday. Syukur Jumat telah tiba.

Betul sulitkah mengisi hari-hari kerja? Sampai-sampai tema I don't
Like Monday dibuat lagu, dan restoran Hard Rock menggelar acara I
Like Monday (Aku suka Senin) setiap Senin petang sebagai ajakan
melepaskan beban hari Senin. Dan, Thank God it's Friday menjadi nama jaringan restoran internasional lain.

Sebuah kata-kata bijak pada masyarakat kita menyebut ''Setiap hari adalah baik.'' Artinya, tergantung pada diri sendiri mau mengisi
hari-hari dengan apa. Kalau kita menghendaki, waktu pagi sampai
petang akan memberi kemenangan kepada kita. Yakni, dengan percaya diri, menjaga hubungan baik, cerdas secara emosi, menerapkan target, menjadikan bekerja adalah kemuliaan manusia, dan tidak lupa berdoa.

Sebaliknya, sebuah hari dapat menjadi penuh dengan suasana haru
biru. Gampang saja bila Anda menginginkannya. Antara lain, dengan menganggap pekerjaan adalah beban, tidak mensyukuri segala yang telah dicapai, mengingat segala pengalaman tidak menyenangkan, dan berprasangka buruk terhadap setiap orang.

Hari-hari akan menjadi saat terbaik, baik, atau paling buruk dalam
hidup seseorang, itu memang tergantung pada dirinya sendiri. Apakah dia mengisi dan memperlakukannya dengan hal-hal positif atau negatif. Bukan lantaran namanya Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Semuanya sama saja 24 jam lamanya.

Inti dari hal-hal positif itu adalah ikhtiar. Sehingga tidak sempat
terlontar dari seseorang pendapat betapa dunia tidak adil. Karena,
hal yang dialami setiap hari tidak sama dengan orang lain. Ikhtiar
adalah kata kunci untuk mengisi hari-hari dan nilai dari seseorang.

Sebentar lagi, persisnya 6 September nanti, Duta Bangsa akan
menggelar graduation (wisuda) bagi siswa yang telah menyelesaikan masa belajarnya. Tentu bukan karena menurut kami hari itu adalah hari terbaik bagi pengelola maupun para siswa. Bagi kami, setiap hari adalah baik. Namun, itulah hari terakhir program yang telah direncanakan sejak semula.

Sebelum saat wisuda mendatang, kami telah mengisi hari-hari kami
dengan interaksi positif. Kami saling belajar dan saling menebalkan
kecerdasan emosional maupun spiritual demi hari-hari kami
selanjutnya. Itulah ikhtiar kami agar bernilai dan bermutu tinggi.

Kami serasa pendaki gunung yang menjejali tas punggung dengan bekal baru dan lebih segar. Kami akan terus mampu tegak untuk menapaki hari demi hari hingga ke puncak tertinggi dan kemudian menancapkan bendera yang membanggakan.

Sumber: Mengisi Hari oleh Mien R. Uno, Lembaga Pendidikan DUTA
BANGSA Empower Yourself, Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional  
Kumpulan Cerita
Sunday, April 18, 2004

  Orang Brengsek Guru Sejati

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya
untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.
Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan
tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat
untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti
keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia
sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya
menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian
adalah manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk
memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka ;
seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah
itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum
kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca
mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena
kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.
Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan
Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda
pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka
orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam
keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda
masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa
setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru
terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena
beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa
menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan
pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi
positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita
bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan
untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih
sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu.
Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri
saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan
suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di
rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak
enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi
orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti
karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan
longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala,
mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu
berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi
lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang
tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan
kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh
ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota
keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan
cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi,
manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit,
ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya.
Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan
dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang
menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah
dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi
orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita
memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi
menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya
dihina orang lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit
sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk
orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka
membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau
ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar
dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya
menghina kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan
jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita
berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk
dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?
***

Sumber: Orang Brengsek Guru Sejati oleh Gede Prama
 
Kumpulan Cerita

  Semua Butuh Proses

Dalam satu tandan pisang, tak semua buahnya matang secara serentak. Ada
diantaranya yang masih berwarna hijau tua. Maka, sang petani ada kalanya
harus menyimpannya kembali beberapa saat menunggu hingga matang semuanya.
Pisang yang telah matang dan pisang yang terlambat matang, kelak akan
memiliki rasa yang sama yakni memiliki rasa pisang. Meskipun waktu untuk
menjadi matang pada pisang berbeda-beda...

Begitulah kita.. tak mungkin semuanya sama. Ada kalanya menurut ukuran
kita, suatu masalah dapat diselesaikan hanya dengan beberapa menit saja.
Tapi bagi orang lain belum tentu, ia butuh waktu untuk menyelesaikannya.
Bahkan belum sampai pada kesempurnaan. Namun pada akhirnya, hasil yang
didapatkan tetap dapat dirasakan.

Dalam hidup ini tak seorang pun sempurna pada bingkai kemampuannya. Karena
di antara kita memang tidak sama dan serupa, kita dilahirkan berbeda, hidup
di lingkungan berbeda, pada kondisi yang berbeda dan segala hal yang
berbeda. Yang mesti diingat adalah bahwa setiap orang memiliki kesamaan
keinginan dan memiliki hak yang sama dalam mendapat kesempatan, betapapun
itu harus dipergilirkan. Karenanya, percuma saja memperdebatkan suatu
ketidaksamaan, perbedaan, dan ketidakcocokan dengan orang lain, karena kita
tak akan mendapat titik temu.

Sungguh tak ada yang sempurna di antara kita, maka janganlah rendah
diri...semua butuh proses menjadi lebih baik.....

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
 
Kumpulan Cerita

  Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa:
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya ?.

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa
itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Sumber: Makna Sebuah Titipan oleh WS Rendra
 
Kumpulan Cerita

  Empat Jenis Obat untuk Orang Beriman yang Sedang Sakit

Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi
keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya.
Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya
semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum
menjadi amat terlambat.

Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil
berpesan; "Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menju pantai
seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku
atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda
membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya,
yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan
mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh."

Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan
dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu
tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di
ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan
itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan
yang amat dalam.

Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia
dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: "Dengarlah".
Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu
duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang
memecah bibir pantai. Ia bahkan secra perlahan-lahan mampu mendengarkan
setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di
pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang
seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa
seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.

Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti
halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar
kertas bertulis; "Mengingat". Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang
indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya
sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat
kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia
juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia
merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar
bathinnya.

Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia
menemukan secaraik kertas dengan tulisan: "Menimbang dan menilai motivasi".
Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat
pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama
ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan
sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa
hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh.
Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia
yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain. Ia kini seakan
telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang
senantiasa membuatnya cemas.

Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka
bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: "Tulislah segala
kecemasanmu di bibir pantai". Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata
Cemas". Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya.
Bibir pantai seakan disapu bersih, kata "Cemas" yang baru ditulisnya hilang
ditelan ombak.

***Siapakah tokoh utama dalam kisah di atas tersebut?. Mungkin saya, mungkin
pula anda. Pernahkah saya secara tulus mendengarkan bahasa bathin sendiri?
Atau pernahkah saya mengingat segala yang manis maupun pahit yang terjadi di
masa silam namun telah membentuk siapa saya saat ini?.
Apa yang menjadi motivasi utama hidup saya hari ini dan besok, dan apa kecemasan saya?
 
Kumpulan Cerita

  Bersyukurlah

Semestinya anda mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan soal
keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi
negatif dari hidup. Orang lain mungkin berkata bahwa anda tidak realistis.
Namun, bersyukur adalah sikap menerima kenyataan. Adakah yang lebih
realistis sebelum anda terbebas dari kecemasan dan ketakutan akan
kenyataan?

Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada
yang meringankan hidup selain sikap bersyukur.

Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. Semakin jauh
anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri sendiri.
Banyak orang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali
yang melihat keberhasilan lalu mensyukurinya. Anda takkan pernah berhasil
dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha.
Sedangkan usaha anda lakukan karena melihat sisi positif. Hanya dengan
bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
 
Bintang

Seneng baca cerita Seneng browsing Sering dapat kiriman cerita Tapi seringkali menuhin email juga sering hilang terpikir dech kumpulin disini supaya bisa dibaca lagi kapan ajaj dan dibaca sapa ajaj yang mo baca

Lirik lagu Nasyid Lirik lagu

Powered by TagBoard Message Board
Name

URL or Email

Messages(smilies)

   Mithlove - - E-Mail

This page is powered by Blogger